Umat Muslim Wajib Mengamalkan Ilmu

Oleh Ustadz Adrial | Aug 14, 2017

Ibadah yang mulia sisi Allah adalah menuntut ilmu. Seperti yang kita tahu  Tidak ada satupun ibadah yang kita kerjakan harus berdiri diatas dasar ilmu. Maka para ulama mengatakan bahwa menuntut ilmu adalah ibadah pertama yang Allah wajibkan kepada hamba-hambanya sebelum mengadakan ibadah-ibadah yang lainnya. Bahkan ketika Allah meemerintahkan seseorang untuk masuk ke dalam agamanya yaitu islam, maka Allah menginginkan mereka mempelajari ilmu itu terlebih dahulu. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an “Ketahuilah ilmui kalian bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah SWT” Agar apa yang kita kerjakan paham konsekuensinya. Tetapi ketika kita tidak mengetahuinya maka keadaan seperti sekarang mereka mngucapkan sesuatu tapi tidak paham apa yang dikatakakan sehingga malah maksiat dan jauh dari ajaran Allah SWT. Seseorang yang menuntut ilmu Allah memuliakan dan meninggikan melebihi orang-orang yang beriman kepadanya.

 

Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya adalah orang-orang yang telah mengorbankan jiwa, harta, waktu, tenaga, agar islam dpat dinikmati oleh seluruh umat manusia dan oleh orang-orang setelah kita, maka mereka berjuang. Tetapi ternyata orang-orang setelah mereka tidak memahami bagaimana sulitnya islam dipertahankan sehingga sampai kepada kita sekarang ini. Dulu mempertahankan islam dengan bertumpah darah mengorbankan harta tenaga dan lain sebagainya. Tapi sekarang ketika telah memeluk islam kita si-siakan islam ini kita abaikan bahkan unutk mengenal dan mengethaui ajarannya kaum muslimin tidak suka. Islam yang seharusnya membawa kemuliaan bagi pemeluknya sehingga tidak tampak malah dihinakan. Allah mengatakan “Allah mengutus utusannya Nabi Muhammad SAW kepada umat manusia dengan membawa dua hal yaitu petunjuk pada ilmu yang bermanfaat dna juga membawa amal”. Agama yang mengajarkan kepada umatnya bukan sekedar mengetahui tetapi megamalkan.

 

Allah menyesatkan kaum yahudi dan nasrani karena tidak bisa mengamalkan di kehidupan mereka maka disesatkan oleh Allah SWT. Orang yahudi megetahui ilmu tetapi tidak diamalkan sebaliknya orang nasrani tidak berilmu tetapi mengamalkan, sehingga keduanya disesatkan oleh Allah SWT, tidak bagi orang islam haru mengilmui dan mengamalkan. Allah berkata”Maka akan aku tampakkan islam sebagai agama yang tampak bagi semua agama nampak kemuliaannya, nampak penghormatan. Sehingga umat islam dimuliakan oleh Allah dan ditinggikan atas musuh-musuhnya dan agama yang tidak dapt dikalahkan oleh musuh-musuhnya jika kaum muslimin umat yang memeluk agama islam tersebut mengenal tentang ajaran dan mempraktekan dalam kehidupan.

 

Ketika Allah SWT mempermudah duduk di majelis ilmu untuk berilmu dan mengamalkannya maka nikmatnya besar yang aka diterimanya. Allah menjanjikan melalui lisan rasulnya ini merupakan sarana jalan manusia kepada Allah “Allah akan memudahkan bagimu menuju surga bai siapa yang berilmu dan mengamalkannya”. Allah menimbang kelak pada hari kiamat bukan ilmu kita tetapi amal yang kita lakukan yang menentukan nahhagia tidak nya kita di akhirat. Ketika berlama-lama mencari ilmu sekedar hafalan akan sia-sia dan celaka amaka Allah kan memurkainya. Agar benar-benar istiqomah menuntut ilmu tanamkan pada diri sendiri bahwasanya bahwa manusia itu bodoh, dan ingin terus bealajar. Ulama memrintahkan kepada kita untuk menjadi diri kita seperti gelas kosong yanhg siap diisi, jangan jadi glas penuh yang tidak bisa diisi. Para malaikat berkata “Maha Suci Engkau Ya Allah sesungguhnya kami tidak mengetahui kecualiapa apa yang Engkau beritahukan kepada kami”. Tambahkah dengan bergaul dengan orang-orang yang memberikan hal-hal baik untuk diri sendiri.

Artikel lain