Ujian Kesuksesan Hidup

Oleh Ustadz Taufik | Jan 09, 2019

Setiap yang diberi hidup pasti akan mendapatkan bagiannya dalam hal ujian. Apapun ujian yang dihadapi, baik itu masalah pribadi, problem keluarga, perjuangan untuk kemaslahatan umat atau menegakkan agama Allah, kesemuanya membutuhkan sikap cermat dan kesabaran yang utuh. 

Tidak ada kesempatan untuk mengelak dari apa yang sudah ditetapkan. Tidak juga dapat menghindar dari apa yang telah ditakdirkan. Masing-masing di antara manusia mendapatkannya secara adil dan merata.

Jika terdapat seorang makhluk yang mampu berbuat baik secara sempurna dalam beribadah kepada Allah dan ‘mumpuni’ dalam memberikan manfaat bagi hamba-hamba-Nya yang lain, maka baginya bagian yang besar berupa rahmat dari sisi Allah Ta’ala.

“Manusia yang terbaik adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain”, menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Setiap muslim diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Setiap perbuatan maka akan kembali kepada orang yang berbuat. Seperti kita Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri dan juga sebaliknya.

 

Maka, nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang engkau dustakan?

Kerap membuat siapapun tertegun membacanya. Betapa kita, sebagai makhluk-Nya, terkadang terlalu sombong untuk sekadar mengucapkan 'terima kasih' kepada Sang Maha Pencipta, Allah SWT.

Sudah banyak sekali nikmat yang sudah Dia berikan. Namun, kita malah tidak bersyukur kepada-Nya. Bukankah Allah SWT telah berfirman:  ''Dan, Dia telah memberikanmu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan, jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).'' (QS Ibrahim: 34). Sudah banyak sekali nikmat yang Dia berikan. Nikmat mencicipi manisnya iman, nikmat menghirup udara segar, dan sebagainya.

Maka, syukurilah nikmat yang datang pada kita. Jangan kita terlena hingga kita lupa dan mengklaim itu adalah hasil jerih payah kita sendiri, tanpa menganggap Allah sebagai Maha Pemberi. Karena, sikap seperti itu dapat menjerumuskan kita kepada kekufuran terhadap nikmat Allah.

Oleh karena itu, ketika ditimpa suatu musibah, janganlah cepat-cepat mengeluh. Lihatlah sisi positifnya. Berpikirlah bahwa Allah sayang kepada kita, karena Allah ingin segera menghapus dosa kita lewat ujian itu.

Jalan menuju kesuksesan kadang bukanlah hal mudah. Di dalamnya bisa jadi merupakan sebuah jalan yang penuh ujian, rintangan dan tantangan. betapa tidak, dalam hidup yang biasa saja, kadang dinamika selalu ada. Apalagi bagi mereka yang ingin menuju sebuah kesuksesan dalam kehidupannya. Semakin besar rencana sukses yang dimiliki seseorang, maka akan semakin berat juga berat juga ujian yang akan ia hadapi. Terutama lagi ujian ini menyangkut juga konsistensi di jalan menuju kesuksesan yang ia tempuh.
 

Jangan Bergantung Kepada Manusia, Bergantunglah kepada Allah SWT

“Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala, dan kamu membuat kebohongan. Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki dari Allah, dan sembahlah Diadan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.” (QS Ankabut : 17)

Hati manusia dapat dibolak-balik sekehendak Allah SWT. Manusia bukanlah tempat untuk menggantungkan segala harapan. Dan manusia pun bukanlah tempat untuk meminta berbagai pertolongan. Mengapa kita menggantungkan diri kita kepada sesama makhluk padahal Allah lah yang menguasai segala kerajaan, menghidupkan dan mematikan, dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan.

Orang yang bergantung kepada selain Allah telah merugi dengan kerugian yang besar karena telah bergantung kepada sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat dan madharat.

Artikel lain