Tiga Hal Penting Menyambut Ramadhan

Oleh Ustadz Adrial | May 24, 2017

Di bulan suci ramadhan ada amalan khusus yaitu puasa ramadhan. Oleh karena itu, sebelum melakukan amalan khusus hendaknya dipelajari lagi ilmunya untuk mengetahui hal - hal yang tidak diketahui ataupun sebagai pengingat.

Sebagaimana kita sering melihat awak pesawat yang selalu memperagakan alat keselamatan. Walaupun berulang - ulang dan tidak ada yang memperhatikan, tetap saja mereka melakukannya. Begitu juga saat kita akan melaksanakan sebuah amalan khusus di waktu tertentu, para da'i selalu membahas amalan tersebut sebelum masuk waktu mengamalkannya. Oleh karena itu biasanya ada yang namanya Tahrib Ramadhan.

Seperti itulah sebaiknya seseorang, hendaknya ia mempelajari hal - hal yang ingin diamalkan.  Agar ilmunya bermanfaat. Sedangkan yang tidak ingin diamalkan tidak perlu dulu untuk dipelajari, karena biasanya akan lupa ketika akan mengamalkannya dikemudian hari.

Sering saya sampaikan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang menghasilkan amal. Inilah yang disebut bermanfaat. Karena nanti ketika di hari akhir, yang akan ditimbang adalah amal kita, bukan ilmu kita. Ilmu tidak akan ditimbang.

Sebagaimana Allah berfirman pada surat Al-zalzalah ayat ke-7 yang artinya:

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan) nya”.

Maka dari itu dalam melaksanakan amalan di bulan ramadhan saya akan sampaikan tiga hal (saja) yang penting yang perlu diketahui.

1. Tujuan puasa ramadhan adalah untuk menciptakan orang - orang yang bertakwa

Kata para ulama tafsir, seperti As-sa'di. Puasa itu bukan hanya menahan haus dan lapar saja. Saat puasa kita harus meningkatkan apa - apa yang diperintahkan oleh Allah dan berusaha lebih keras dalam menjauhi larangannya. Karena inilah takwa. Hal ini yang akan membawa seseorang menjadi orang yang bertakwa.

Makanya puasa itu dituntut kita untuk aktif, bukan pasif yang hanya tidur menunggu waktu berbuka. Apalagi dengan dalih adanya hadits yang menyebutkan bahwasannya, tidur adalah ibadah. Padahal hadits ini palsu. Tidak ada asalnya.

Hendaknya kita memperbanyak amal, terutama amalan - amalan khusus yang Allah lipat gandakan pahalanya di bulan ramadhan:

  • Bulan ramadhan disebut juga dengan syahrul qur'an. Maka tingkatkan dan perbanyak bacaan qur'an kita. Sebagaimana dahulu para ulama juga memperbanyak membaca Al'Qur'an. Imam Syafi'i misalnya, beliau pada siang hari 1 kali khatam, dan malamnya 1 kali khatam lagi. Dua kali khatam dalam sehari. Ini bisa dilakukan, terutama bagi orang yang Allah berikan kemampuan untuk itu. Jika masih Iqra, maka segera tamatkan iqra nya. In syaa Allah waktu sebulan sudah cukup untuk menamatkan iqra sampai iqra 6.
  • Menjaga dan meningkatkan kualitas dan kuantitas shalat shalat sunnah. Karena pahala amalan amalan sunnah di bulan ramadhan akan dilipatgandakan seperti pahala amalan wajib. Seperti shalat sunnah rawatib, lakukan shalat rawatib baik yang muakaddah maupun yang ghairu muakaddah. Kemudian misalnya qobliyah dzuhur yang tadinya 2 rakaat, kita tingkatkan jadi 4 rakaat. Begitu juga shalat malamnya kita tingkatkan juga. Tadinya sendiri menjadi berjamaah. Karena khusus di bulan ramadhan ada hadits khusus dari nabi.“Sesungguhnya jika seseorang shalat (tarawih) bersama imam hingga imam selesai, maka ia dihitung mendapatkan pahala shalat di sisa malamnya. (semalam suntuk)”. (HR. Ahmad 5: 163. shahih sesuai syarat Muslim). Maka sebaiknya seseorang cukupkan shalat bersama imam saja. Nanti ketika malamnya kita terbangun, lakukan amalan - amalan lain seperti membaca al qur'an, atau membantu istri masak misalnya, dan yang lainnya. Tidak perlu kita laksanakan dua kali shalat tarawih. Karena sudah disebutkan bahwa pahala shalat bersama imam sudah mencakup shalat semalam penuh. Inilah yang sesuai sunnah. Biasanya masjid - masjid melakukan dua kali shalat tarawih hanya untuk memberikan pilihan pada jamaah nya, yang mungkin ia hanya bisa lakukan setlah 'isya atau tengah malam karena kesibukan. Dan pahala mengerjakan sesuai sunnah itu besar sekali, sebagaimana yang sudah pernah saya ceritakan sebuah hadits, yang mengiisahkan dua orang sahabat yang bingung ketika menemukan air setelah selesai shalat dengan tayamum. Maka nabi mengatakan yang mengulangi shalat dapat dua pahala, dan yang  tidak mengulangi, ia sesuai sunnah. Maka carilah amalan yang sesuai sunnah, kita cukupkan lalu kita jaga.

2Bulan ramadhan disebut juga dengan bulan sabar

Sabar adalah menahan diri dari melakukan hal - hal yang tidak diridhai oleh Allah ketika kita tertimpa sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Karena pada asalnya, secara fitrah seseorang itu kan pasti tidak suka jika diperintah. Ataupun dilarang dari melakukan sesuatu yang ia inginkan. Makanya sabar itu ada pada tiga keadaan

  • Sabar dalam terus melaksanakan ketaatan (perintah) Allah
  • Sabar dalam terus menjauhi larangan larangan Allah
  • Sabar terhadap ketentuan Allah yang tidak sesuai dengan keiinginan

Di bulan ramadhan karena tujuannya adalah takwa, maka kita harus bersabar. Tahan diri kita (puasa). Makanya ganjaran puasa sama dengan sabar. karena sama - sama menahan diri. Sebagaimana Allah berfirman pada surat az-zumar ayat 10 yang artinya:

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”.

Dan dalam hadits qudsi Allah mengatakan,

“Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya”. (HR. Muslim no. 1151)

Demikianlah orang - orang yang akan diampuni dosanya, dan kembali suci saat 'Idul Fitr nanti. Yaitu orang - orang yang benar - benar menjalankan bulan ramadhan dengan baik, yang aktif beramal menuju takwa. Bukan seperti yang dipahami oleh orang yang hanya bermalas - malasan tidak melakukan apa - apa, lalu ketika 'idul fitr ia menyebutkan dirinya suci kembali. Tidak demikian. Hendaknya kita sungguh - sungguh mencari ampunan di bulan ramadhan, jangan sampai menjadi orang yang celaka sebagaimana tiga do'a jibril 'Alayhisalam yang nabi aminkan dalam hadits riwayat muslim. Salah satunya yaitu orang yang mendapati bulan ramadhan tapi tidak diampuni dosanya.

3Niat karena Allah

Semua amalan yang kita lakukan tidak ada gunanya jika tidak diniatkan karena Allah semata. Makanya dalam hadits - hadits ramadhan yang banyak selalu disebutkan, "Imaanan wahtisaaban” yang Artinya harus dilakukan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah.

Artikel lain