Hikmah Membaca Al-Qur'an

Oleh Ustadz Adrial | May 28, 2018

Dalam surat Al-Furqan ayat 30 yang berisi : "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan."

Dalam ayat diatas menceritakan pengaduan Rasulullah SAW kepada Allah SWT, mengenai sikap kaumnya yang menjadikan Al-Quran sebagai Mahjur. Mahjur merupakan bentuk maf'ul yang berasal dari al-hujr, yakni mengeluarkan kata-kata keji dan kotor. Artinya, kaum-kaum tersebut mengucapkan kata-kata batil dan keji terhadap Al-Qur'an. 

Banyak sikap dan perilaku yang dikategorikan sebagai hajr Al-Quran (meninggalkan atau mengabaikan Al-Qur'an). Diantaranya adalah menolak untuk memahami dan membenarkannya, tidak mengamalkannya, berpaling darinya, tidak mau menyimak dan bahkan tidak mau mendengarkan Al-Qur'an. Mereka lebih sibuk dengan Handphone mereka dibanding membaca Al-Qur'an. Sesungguhnya orang-orang tersebut termasuk orang yang rugi dan tidak memahami betul Hikmah membaca Al-Qur'an.

 

Adapun Hikmah membaca Al-Qur’an antara lain:

1. Perniagaan yang Tidak akan Rugi

Firman Allah : “Sesungguhnya orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak merugi." (QS al-Fathir: 29).

2. Mendapatkan pahala dan kebaikan

Membaca Al-Quran dapat menjadikan suasana sekitar menjadi lebih damai, tenang dan penuh dengan keberkahan. Maka dari itu seseorang yang membaca Alquran akan mendapatkan pahala yang berlipatganda dan kebaikan dari Allah SWT sebagai manusia yang soleh.

Seperti yang diriwayatkan hadits tirmidzi :

“Barang siapa yang membaca satu huruf saja  maka seseorang akan mendapatkan kebaikan satu kali. Tetapi setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kalinya.”

3. Memperoleh rahmat dan lindungan oleh malaikat

Rasulullah Saw bersabda, "Suatu kaum tidak berkumpul di rumah dari beberapa rumah Allah untuk membaca Al-Qur'an dan mempelajarinya melainkan sakinah (ketenangan) turun kepada mereka, rahmat menutupi mereka, dan malaikat menyelimuti mereka bahkan Allah selalu meridhainya." (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

4. Mendapatkan syafa’at kepadanya di Akhirat

Dalam HR. Muslim dari Abu Umamah al-Bahiliy radhiyallahu ‘anhu “Bacalah al-Qur’an! Sungguh ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafa’at kepada orang yang rajin membacanya. Bacalah dua surat yang bersinar terang; al-Baqarah dan Ali Imran! Sungguh keduanya kelak di hari kiamat akan datang bagaikan dua awan yang menaungi … membela orang yang rajin membacanya”.

 

Pertanyaan :

* Apa hukumnya apabila kita berjihad di jalan yang salah?

Maka usaha orang tersebut akan sia-sia dan amal-amalnya tersesat. Seperti isi dari surah Al-Kahfi ayat 103 dan 104 : "Mahukah Kami khabarkan kepada kamu akan orang-orang yang paling rugi amal-amal perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia amal usahanya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahawa mereka sentiasa betul dan baik pada apa sahaja yang mereka lakukan"

Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Muhammad SAW. Bersabda, "Barangsiapa yang menjatuhkan dirinya dari sebuah gunung kemudian membunuh dirinya, maka dia di dalam neraka jahanam menjatuhkan dirinya terus menerus di dalam neraka jahanam tinggal selama-lamanya...". Begitupun dengan Teroris yang meledakan dirinya dengan bom, ia akan dibangkitkan di dalam neraka jahanam lalu meledakan dirinya terus menerus selama-lamanya.

Artikel lain