Fitnah dan Akhir Zaman

Oleh Ustadz Adrial | Jun 02, 2017

Banyak diantara kita menerjemahkan kata fitnah yaitu seseorang yang mengungkapkan sesuatu bertentangan dengan kenyataannya. Fitnah lebih kejam dari pembunuhan maksutnya yaitu Kalau kita memfitnah seseorang maka hal itu merupakan perbuatan yang sangat kejam dari pembunuhan. Fitnah dalam bahasa arab terdapat makna secara umum dan khusus, fitnah itu lebih besar dosanya di sisi Allah SWT dari pembunuhan. Untuk mnaafsirkan Al-Qur’an memang tidak cukup hanya dalam Bahasa Arab karena banyak perkataan dalam Al-Qur’an tapi maknanya dibuat dari pemahaman dari orang-orang Arab. Jadi dosa sirik itu lebih besar dari pembunuhan, sebagaimana makna dzolim bermakna meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya, maka seseorang meletakkan tangannya dimuka orang lain merupakan perbuatan dzolim, hal ini karena tidak meletakkan sesuatu pada tempatnya.

Menurut Allah SWT orang yang beriman adalah orang tidak mencampur adukkan keimanannya dengan kedzoliman.Rasullulah pernah mengatakan dalam sebuah hadits “Sesungguhnya orang-orang  yang paling berbahagia adalah orang yang dijauhidari fitnah-fitnah , perbuatan rusuh, perbuatan kacau, ujian dan cobaan yang membinasakan.” Akhir zaman maksutnya adalah waktu mendekati hari kiamat, Sejak Nabi Muhammad SAW menjadi Nabi akhir zaman karena jarak beliau ketika diutus sangat dekat seperti dua jari. Di akhir zaman ini banyak terjadi fitnah seperti banyak ujian, musibah, cobaan, kekacauan, pembunuhan yang akan terjadi pada umat sekarang ini. Sebagaimana umat manusia kita harus terhidar 4 cobaan dari fitnah neraka jahanam, fitnah kubur, fitnah hidup dajjal, danfitnah hidup.

Fitnah dalam masa kita ini hendaknya kita harus bepegang teguh dalam agama kita sendiri karena hal ini merupakan jalan keluar satu-satunya. Rasullulah berkata kepada Ali bin Thalib “Sesunguhnya akan datang kepada kalian ujian-ujian, cobaan , kekacauan” lalu Ali berkata “Kalau begitu Ya Rasullulah tunjukkan pada kami jalan keluar biar kami selamat dari fitnah tersebut.” lalu kata beliau “Pegang teguhlah kalian kepada Allah SWT dengan Al-Qur’an dan juga dengan hadits.” Didalam Al-Qur’an dijelaskan bagaimana selamat dari hal-hal tersebut karena musibah dan ujian selalu datang berulang ulang. Kita harus melihat orang-orang terdahulu karena menjelaskan orang terdahulu cara terhindar dari hal-hal celaka tersebut tentang  bagamana jalan menuju keselamatannya. Kita baca hadsits untuk imam muslim “Orang yang selamat dari fitnah dajjal merupakan orang yang mempelajari hadits tentang dajjal”, maka kita akan bisa selamat kalau tidak kita akan rusak. Raokhimmatullah mengatakan “ Hadits-hadits Nabi itu seperti perahu Nabi Nuh, siapa yang mau naik perahu Nabi Nuh dia akan selamat.” Jika kita mengalami masalah kembalilah danberpegang teguhlah pada Al-Qur’an

Menurut Hadits menegaskan “Bahwasanya aku tinggalkan dua perkara , jika kalian berpegang teguh pada keduanya kalian bisa selamat yaitu Al-Qur’an dan sunnah. Jalan selamat yang ke dua yaitu ketika mempelajari kedua ini, maka hendaknya mencari mendapatkan dari orang yang senior atau berpengalaman, terpercaya. Misalnya dari orang-orang tua karena mereka memiliki pengalaman hidup yang mendahului kita, maka kejadian yang terjadi pada zamannya yang belum kita alami mereka sudah mengerti. Orang yang berilmu adalah seperti orang yang dapat memegang pedang dan menggunakannya dengan baik dan berpengalaman, terkadang pengalaman adalah guru terbaik bagi seseorang. Orang berilmu merupakan orang yang terdapat kebaikan padanya, maka ketika bisa bersatu antara umur tua dengan ilmu yang matang, maka orang tersebut akan semakin menakjubkan, dan orang yang paling layak kita dekati jika terjadi hal-hal yang buruk.

Hal yang selanjutnya yaitu sibukkanlah dengan ibadah. Jika bertemu dajjal hindarialah begitu pula pada kaum wanita maka mereka akan tefitnah. Seseorang yang sibuk beribadah di jaman fitnah dia seperti berhijrah, seperti orang mekkah berhijah ke madinah jaman dulu.  Jalan selamat dari fitnah selanjutnya yaitu berpegang teguh pada Al jama’ah. Para sahabat Nabi Sallallahu Allaihi Wassalam dengan melihat perilaku sahabat sahabat Nabi. Dapat dikatakan berpegang teguh pada kebenaran atau kepemimpinan yang sah yaitu beridiri diatas kebenaran atau bersatu diatas kepemimpinan yang sah.

Artikel lain