Berbenah Diri Menyambut Ramadhan

Oleh Ustadz Taufik Daud | May 09, 2018

Sebentar lagi akan datang bulan yang ditunggu-tunggu umat Islam dan bulan yang penuh berkah. Yakni bulan suci Ramadhan. Mari kita tingkatkan amalan di bulan ini seperti menjalankan solat sunah, tahajud, membaca Al-Qur’an, mengamalkan shodaqoh, mengendalikan hawa nafsu, berhenti menghibah dan dapat meredam kemarahan.

Pada bulan Ramadhan Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa orang yang melaksanakan puasa dengan keimanan dan mengharap ridho Allah semata. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Syaikhoni (Bukhori dan Muslim) berikut:

Man Shoma Romadhona Imanan Wahtisaban Ghufiro lahu Maa Taqoddama Min Dzanbih

Artinya:

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan Iman dan berharap pahala dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu".

Dosa telah ditakdirkan pada manusia dan pasti terjadi. Allah telah mensyariatkan faktor-faktor penyebab dosa agar hatinya selalu bergantung kepada rabbnya, selalu menganggap dirinya syarat dengan kekurangan, senantiasa berintrospeksi diri, jauh dari sifat ‘ujub (mengagumi diri sendiri), ghurûr (terperdaya dengan amalan pribadi) dan kesombongan.

Dosa-dosa banyak diampuni di bulan Ramadhan, karena bulan itu merupakan bulan penuh rahmat, ampunan, pembebasan dari neraka, dan bulan untuk melakukan kebaikan. Bulan Ramadhan juga merupakan bulan kesabaran yang pahalanya adalah surga.

Hadits Bukhari yang lain menyebutkan, keistimewaan Ramadhan adalah dibukakan pintu-pintu surga sedangkan pintu-pintu neraka ditutup serapat-rapatnya. Artinya, Allah sangat berharap umatnya yang menjalankan ibadah puasa menjadi penghuni surga.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas, di bulan mulia ini pintu-pintu surga dibuka. Inilah kesempatan emas untuk memperbanyak amalan kebaikan. Banyak sekali amalan kebaikan yang bisa diamalkan di bulan ini, peluang untuk menambah pundi-pundi pahala pun terbuka lebar. Di siang hari melaksanakan kewajiban puasa, dilanjutkan dengan shalat tarawih di malam harinya. Bersedekah di bulan ini sangat dianjurkan,termasuk juga memberi makan orang yang berbuka. Melaksankan sahur pun juga bisa mendapat tambahan berkah. Membaca al Quran dan memahaminya sangat dianjurkan untuk diperbanyak di bulan ini. Belum lagi amalan-amalan ibadah yang diperintahkan di sepuluh hari terakhir, seperti menghidupkan malam dengan ibadah, melaksanakan i’tikaf, dan menunaikan zakat.

Di antara faktor yang menyebabkan manusia terjerumus ke dalam perbuatan maksiat adalah godaan setan. Sepanjang bulan ramadhan setan dibelenggu dengan rantai agar manusia tidak tergoda untuk melakukan penyimpangan dan kemaksiatan seperti bulan-bulan lainnya. Apabila ia masih melakukan kemaksiatan dibulan ramadhan, maka ia termasuk orang yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsu.

 

Bagaimana menggapai ridho Allah sepanjang ramadhan?

1. Banyak berdoa dan memohon ridha Allah

Mengharap ridha Allah adalah desah dzikir setiap orang muslim. Ridha Allah  adalah pakaian seorang mukmin yang melekat pada tubuhnya dalam kondisi apapun yang menimpa pada dirinya. Sehingga  Rasulullah Saw pernah  mengajarkan satu doa pendek kepada sahabatnya. Allahumma inni a’uudzubika biridhooka min sakhatik (Ya Alllah, sesungguhnya aku berlindung kepada Ridha-Mu dari murkaMu).

Jika allah sudah ridho bukan hanya kebutuhan kita yang Allah cukupkan, bahkan keinginan-keinginan kita akan Allah berikan.

 

2. Membaca Al-Qur’an

Banyak sekali hadits-hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam yang menyebutkan tentang keutamaan membaca Al-Qur`an. Di antaranya: Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]

 

3. Shalat Tawawih

Ibadah yang hanya dilaksanakan pada bulan ramadhan dan tidak dilaksanakan pada bulan-bulan lainnya yaitu Ibadah Shalat Tarawih. Ibnu hajar Al-Asqalani Asy-Syafi’i berkata, “Beberapa riwayat yang sampai kepada kita tentang jumlah rakaat shalat tarawih menyiratkan ragam shalat sesuai dengan keadaan dan kemampuan masing-masing. Kadang ia mampu melaksanakan shalat 11 rakaat, kadang 21, dan terkadang 23 rakaat, tergantung semangat dan antusiasmenya masing-masing. Dahulu mereka shalat 11 rakaat dengan bacaan yang panjang sehingga mereka bertelekan dengan tongkat penyangga, sedangkan mereka shalat 21 atau 23 rakaat, mereka membaca bacaan-bacaan yang pendek dengan tetap memperhatikan masalah thuma’ninah sehingga tidak membuat mereka sulit.”

 

4. Menahan Hawa Nafsu

Hawa nafsu merupakan musuh terbesar setiap umat manusia yang timbul dari dalam diri manusia itu sendiri, yang tanpa kita sadari hal itulah yang dapat menghancurkan dan menenjerumuskan umat manusia ke lembah dosa dan api neraka.

Hawa nafsu yang negatif sering kali muncul akibat faktor pergaulan dan lingkungan sehingga jin maupun seitan dengan mudah menggiring kita untuk melakukan kemaksiatan dan perbutan yang bertentangan dengan ajaran Allah SWT.

 

5. Bersedekah

Keutamaan sedekah pada bulan Ramadhan, banyak mendapat hikmah yang luar biasa. Seperti, sebagai pembersih harta, sebagai pengampun dosa, dan terbebas dari siksa kubur dan api neraka.

Diriwayatkan dalam shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas radiyallahu anhuma, ia berkata:

“Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah orang yang amat dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan, saat beliau ditemui Jibril untuk membacakan padanya Al-Qur’an. Jibril menemui beliau setiap malam pada bulan Ramadhan, lalu membacakan padanya Al-Qur’an. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika ditemui jibril lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus.”

 

Mari kita sambut datangnya bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi kita jalani. Semooga kita menjadi orang-orang yang mendapatkan nikmat dan karunia dibulan penuh berkah ini. Jadikan bulan ini menjadi momen meraih pahala yang sebanyak-banyaknya, karena tahun yang akan datang belum tentu kita bisa menjalankannya karena ajal tidak ada yang mengetahui kapan datangnya.

 

Artikel lain