Taqwa dan Jihad Sesuai Hukum Islam

Oleh Ustadz Adrial | Jun 05, 2018

Taqwa adalah pilar dasar dan bekal hidup bagi seorang muslim. Tanpa adanya Taqwa manusia tidak akan bisa menjalankan kehidupan dengan ridho dan petunjuk Allah SWT. Untuk itu, ketaqwaan seorang muslim mampu menyelematkan dirinya bukan hanya di dunia, namun juga di akhirat.

 

Allah berfirman:

Ya ayyuhalladzina amanut taqullaha haqqo tuqotih.Wala tamutuna illa wa antum muslimun.

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”( Q.S. Ali Imran ayat 102)

Sebenar-benarnya taqwa seorang muslim yaitu sampai ajalnya menjemput. Dan Allah berpesan kepada umatnya, “Janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan islam”. Disinilah Allah SWT secara langsung menyeru dan mengingatkan kepada hambanya yang beriman untuk tidak meninggalkan keimanan dan keislamannya sampai ajal menjemput.

 

Wujud Iman dan Taqwa

Seseorang dinyatakan beriman, bukan hanya percaya terhadap sesuatu. Melainkan mendorongnya untuk mengucapkan dan melakukan sesuatu sesuai keyakinannya. Oleh karena itu lapangan iman sangat luas.

Akidah Islam mengikat seorang muslim, sehingga ia terikat dengan aturan hukum yang datang dari Islam. Oleh karena itu menjadi seorang muslim berarti meyakini dan melaksanakan segala sesuatu yang diatur dalam ajaran Islam.

Menjaga mata, telinga, pikiran, hati dan perbuatan dari hal-hal yang dilarang agama, merupakan salah satu bentuk wujud seorang muslim yang bertaqwa. Karena taqwa adalah sebaik–baik bekal yang harus kita peroleh dalam mengarungi kehidupan dunia.

 

Jihad Sesuai Hukum Islam

Ada sebagian kaum muslimin yang merasa sudah melaksanakan ketaan dan ketakwaan yang bukan dengan Hukum Islam. Tapi mereka merasa yakin, ketakwaannya adalah perintah Allah. Sebagai contohnya adalah berjihad dengan cara melakukan teror.

Pelaku aksi teror biasanya membawa agama, khususnya agama islam sebagai dasar aksi teror yang mereka lakukan. Aksi teroris ini tidak memperdulikan siapa yang akan menjadi korban dari aksinya tersebut. Tidak memperdulikan anak kecil, orang tua yang sudah lanjut usia, wanita dan bahkan saudaranya sesama muslim yang menjadi korbannya.

Untuk menghindari teroris karena pandangan jihad, maka harus dipahami terlebih dahulu bagaimana arti jihad yang sesuai dengan tuntunan islam.

1. Jihad Fisabilillah tidak harus dengan peperangan

Jihad Fisabilillah adalah perjuangan yang benar-benar karena Allah dan untuk Allah sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Jihad fisabilillah ini tentu saja bukan untuk mencapai tujuan yang mengarah kepada terorisme.

2. Perang di Zaman Rasulullah Bukan Terorisme

Perang di zaman Rasululah tentu saja bukan juga ajaran terorisme. Perang di zaman Rasulullah adalah respon yang membudaya dan menjadi media saat itu. Salah satu latar belakang perang di zaman Rasulullah adalah kemusrikan.

 

Dari jabaran diatas, kita diajarkan bahwa tindakan teror yang dilakukan para teroris itu tidak sesuai dengan ajaran dan tuntunan islam. Islam selalu menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan menghargai antar umat beragama. Islampun tidak pernah mengajarkan kepada umatnya untuk berlaku kasar dan membunuh terhadap orang lain walaupun dia seorang kafir. Bukankah Nabi kita tidak pernah mengajarkan kepada umatnya untuk meneror umat lain apalagi kaum yang lemah.

 

Penutup :

Dari jabaran diatas, kita diajarkan bahwa tindakan teror yang dilakukan para teroris itu tidak sesuai dengan ajaran dan tuntunan islam. Islam selalu menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan menghargai antar umat beragama. Islampun tidak pernah mengajarkan kepada umatnya untuk berlaku kasar dan membunuh terhadap orang lain walaupun dia seorang kafir. Bukankah Nabi kita tidak pernah mengajarkan kepada umatnya untuk meneror umat lain apalagi kaum yang lemah. 

Artikel lain