Sunnah-Sunnah Shalat

Oleh Ust. Adrial | Dec 27, 2017

Makna sunnah dalam fiqih adalah dikerjakan dapat pahala, tidak dikerjakan tidak berdosa tapi dia merugi. Apa-apa yang dibawa oleh Rassulullah perlu kita yakini dan itu juga merupakan sunnah. Adapun dalam Sholat yaitu sunnah-sunnah yang dikerjakan ketika kita sholat itu ada dua bentuk. Betuk yang pertama yaitu qouliyah (perkataan) yang kedua adalah fi’liyah (perbuatan).

Adapun sunnah qouliyah yang pertama yaitu adalah doa istiftah, kedua adalah berta’udz sebelum membaca al fatiha, ketiga adalah mengucapkan basmalah, keempat adalah mengucapkan aamiin setelah membaca al fatiha, kelima adalah membaca surah yang lain setelah membaca surah al fatiha pada dua raka’at pertama,keenam menambah bilangan tasbih ketika ruku’ dan sujud, ketujuh mengucapkan di perantaraan dua sujud “ya Allah ampunilah aku”. lebih dari satu kali, yang ke delapan adalah berdo’a setelah tasyahud akhir.

Maka sunnah-sunnah qauliyah secara keseluruhan yang di terapkan dalam shalat fardhu yang berjumlah 17 raka’at sebanyak 136 sunnah, jika kita menganggap bahwa terdapat 8 sunnah yang terulang dalam setiap raka’at.

Sedangkan sunnah fi’liyah adalah sunah-sunah di dalam sholat berupa gerakan-gerakan yang dituntut untuk dikerjakan agar sholat kita menjadi sempurna dan utama. Barang siapa yang melakukannya maka menjadi sempurna dan utama sholatnya, akan tetapi tidak membatalkan sholat jika tidak mengerjakannya, hanya saja tidak sempurna dan tidak utama, bahkan menurut ulama adalah makruh hukumnya meninggalkan sunah-sunah sholat padahal mampu.

Sunnah-sunnah Fi’liyah tersebut adalah : 1. Mengangkat tangan ketika takbiratul ihram. 2. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri. 3. Melihat tempat sujud. Mengarahkan pandangannya ketika sholat ke arah tempat atau lantai dimana dahi kita menyentuh lantai saat sujud. 4. Diam sejenak. Termasuk sunah sholat adalah berdiam sejenak, yaitu sekitar beberapa detik. Berdiam sejenak ini ada pada dua tempat, yaitu ketika memulai sholat setelah takbiratul ihram sebelum membaca doa iftitah, dan ketika selesai membaca al fatihah. 5. Membuka kaki. Yang dimaksud membuka kaki adalah meregangkan kaki (tidak merapatkan kaki) ketika posisi berdiri. 6. Iftirasy pada posisi duduk diantara dua sujud. Duduk dengan cara menduduki kaki kiri yang dilipat ke dalam dan menegakkan kaki kanan. 7. Meletakkan dua tangan diatas dua paha. 8. Duduk sejenak sebelum bangkit. 9. Bertumpu diatas lantai dengan kedua tangan ketika bangkit. 10. Menengok ke kanan dan ke kiri hingga terlihat pipinya ketika salam.

Artikel lain