Mengqashar Shalat

Oleh Ust. Adrial | Mar 07, 2018

Qashar artinya adalah meringkas, yaitu meringkas shalat yang 4 rakaat menjadi 2 rakaat, yaitu shalat dzuhur / ashar / 'isya. Atau bisa diartikan sebagai Shalat yang digabungkan, yaitu mengumpulkan dua shalat fardhu yang dilaksanakan dalam satu waktu. Misalnya, shalat Dzuhur dan Ashar dikerjakan pada waktu Dzuhur atau pada waktu Ashar. Shalat Maghrib dan Isya’ dilaksanakan pada waktu Maghrib atau pada waktu Isya.

Sedangkan Subuh tetap pada waktunya dan tidak boleh digabungkan dengan shalat lain. Dalil disyariatkannya mengqashar shalat berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala :

“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu meringkas (menqashar shalat) kalian, jika kamu takut diserang orang-orang kafir.” (QS. An Nisa’: 101).

Maka ada 2 kekhawatiran yang menjadi sebab / syarat mengqasar shalat:

- Dalam perjalanan

- Diganggu orang - orang kafir

Umar bin khattab pernah bertanya pada Nabi Shallallahu'alayhi Wasallam bahwa sekarang tidak ada lagi orang kafir yang mengganggu saat shalat, maka apakah shalat qasar tetap berlaku? lalu nabi menjawab tetap berlaku dan beliau mengatakan :

“Qashar shalat itu sedekah yang Allah berikan kepada kalian. Maka terimalah sedekah tersebut.” (HR. Muslim)

Kata sedekah inilah yang membuat para ulama khilaf tentang hukum mengqasar shalat, karena hukum sedekah ada yang wajib (zakat) dan ada yang sunnah (Infaq, dsb). Sehingga sebagian ulama mengatakan mengqasar shalat hukumnya sunnah saja, sedangkan sebagian lagi mengatakan wajib.

Diantara pendalilan lainnya tentang sangat dianjurkannya mengqasar shalat, yaitu:

1. Dari ibnu abbas ia berkata :

Allah telah mewajibkan shalat melalui nabi shallalahu 'Alayhi Wasallam, ketika mukim 4 rakaat, ketika safar 2 rakaat, ketika perang 1 rakaat. (HR.Muslim)

2. Kemudian dari umar ia berkata :

Shalat musafir 2 rakaat, jum'at 2 rakaat, idul fitr & adha 2 rakaat menurut ucapan muhammad shalallahu 'Alayji Wasallam (HR. Ibnu Majah dan Nasa'i)

3. Kemudian dari aisyah ia berkata,

Shalat, pada awal diwajibkannya yaitu 2 rakaat 2 rakaat, lalu 2 rakaat itu ditetapkan sebagai shalat saat safar dan disempurnakan 4 rakaat saat mukim. (Mutafaqun 'Alayh)

4. Kemudian dari ibnu umar ia berkata:

"aku sering menemani Rasulullah shalallahu Alayhi Wasallam dalam safarnya, beliau tidak pernah menambah dari 2 rakaat hingga wafat, demikian juga abu bakr, umar, utsman (sama), sedangkan Allah berfirman "Sungguh pada diri Rasulullah itu dijadikan suri tauladan yang baik". (mutafaqun alayh)

Ada jarak perjalanan yang dibenarkan untuk mengqasar shalat. Syarat batasan safar yang disepakati oleh para ulama ada 2, sebagaimana sudah pernah dibahas sebelumnya yaitu: (1). Sudah keluar dari kota ; (2). Sudah lebih dari 85km

Adapun syarat khusus yang hanya ditentukan oleh mahdzab syafi'i ada 5 yaitu: (1). Safar nya tidak boleh dalam rangka maksiat; (2). Jarak dari tempat tinggal menuju tujuan safar tidak boleh kurang dari 16 farsakh; (3). Sudah dalam perjalanan; (4). Berniat mengqashar saat takbiratul ihram; (5). Tidak boleh mengqashar kalau shalat sebagai makmum dibelakang imam mukim

Artikel lain