Kewajiban Sholat

Oleh Ust. Adrial | Nov 30, 2017

Rukun sholat dapat membatalkan sholat apabila tidak terpenuhi, berbeda dengan kewajiban, berdosa ketika ditinggalkan, untuk itu dia harus menutupinya dengan sujud syahwi. Tidak batal sholatnya jika tidak terpenuhi tapi dia wajib untuk melakukan sujud syahwi untuk mengurangi dosa-dosanya dan menutupi kekurangan dari sholatnya, inilah bedanya antara kewajiban dngan rukun atau syarat. Jadi apabila rukun dan syarat tidak terpenuhi makan sholatnya akan batal tetapi kalau kewajiban tidak, cukup dengan melakukan sujud syahwi nantinya.

Apa-apa saja kah yang harus dilakukan oleh seseorang ketika sholat? Berikut inilah yang termasuk bentuk kewajiban yang harus dilakukan :

  1. Takbiratul Intiqal. Merupakan takbir- takbir tambahan yaitu dari setiap perpindahan gerakan sholat bedanya dengan takbiratul ihram ialah merupakan rukun sholat jadi apabila tidak menggunakan takbir maka sholatnya tidak sah. Apabila seseorang telah mengucapkan takbiratul ihram sebeelum dimulainya sholat maka haram baginya untuk mengucapkan hal lain atau gerakan lain diluar gerakan atau ucapan sholat, akan halal lagi untuk mengucapkan setelah salam. Takbiratul Intiqal atau takbir setiap perpindahan gerakan merupakan kewajiban saja, jadi apabila lupa tidak mengucapkan takbir maka harus melakukan sujud syahwi agar terhindar dari dosa, apabila tidak dilakukan maka akan mendapatkan dosa. Saat sholat berjamaah juga harus tetap diucapkan atau diungkapkan, jangan tidak diucap atau di dalam hati saja karena mengikuti imam. Sebagaimana diucapkan di hadits Abu Hurairah

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam ketika shalat, beliau bertakbir saat berdiri, kemudian bertakbir ketika akan rukuk dan mengucapkan: ‘sami’allahu liman hamidah’, yaitu ketika ia mengangkat punggungnya dari ruku. Dan ketika sudah berdiri beliau mengucapkan ‘rabbanaa wa lakal hamd’. Kemudian beliau bertakbir ketika akan bersujud. Kemudian bertakbir ketika mengangkat kepalanya (bangun dari sujud). Kemudian beliau bertakbir lagi ketika akan bersujud. Kemudian bertakbir lagi ketika mengangkat kepalanya (bangun dari sujud). Kemudian beliau melakukan hal itu dalam semua rakaat hingga selesai shalat” (HR. Al Bukhari 789)

Juga Hadits,

shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat” (HR. Al Bukhari 631, 6008).

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam selalu melakukan hal tersebut di dalam sholatnya dan tidak pernah ditinggalkan, maka takbir menjadi wajib untuk kita lakukan.

  1. Tasyahud awal. Merupakan hal yang wajib, yang berarti kita duduk di rakaat kedua ketika sholatnya lebih dari dua rakaat. Apabila terlupakan maka nantinya harus melakukan sujud syahwi sebelum salam, kalau lupa dan sudah berdiri sempurna, untuk kembali duduk lagi itu tidak boleh. Sedangkan pada rakaat terakhir, melakukan tasyahud akhir merupakan rukun tidak boleh ditinggal. Apabila dalam sholat berjamaah dan imam lupa untuk melakukan tasyahud awal, cukup ingatkan dengan mengucap “subhanallah” sekali, sedangkan apabila lupa melakukan tasyahud akhir, ingatkan dengan mengucap “subhanallah” sampai imam kembali duduk.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Apabila kalian duduk pada setiap dua rakaat, ucapkanlah: at tahiyatu lillah…(dst hingga akhir)

Maka ini menunjukan bahwa kita wajib melakukan ini.

  1. Sutrah. Merupakan suatu benda yang diletakkan di depan tempat sujud yang berfungsi untuk mencegah sesuatu yang lewat di depannya. Sesuai dengan Hadits yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Janganlah engkau shalat kecuali dengan sutrah (pembatas), jangan biarkan ada seorangpun yang lewat di depanmu, apabila dia mengabaikannya (tetap lewat) maka cegahlah dia, karena ada qarin (setan) bersamanya.” (HR. Ibnu Khuzaimah, Shahih).

Ini juga merupakan salah satu kewajiban shalat namun tidak dimasukkan oleh beberapa ulama, tapi tidak salah apabila sebaiknya kita perhatikan. Ketika diawal sholat sutrah kita adalah orang yang berada di depan kita dan ditengah sholat orang tersebut pergi, tidak apa, karena tidak diharuskan sutrah ada dari awal hingga akhir.

Artikel lain